Pendidikan

Dua Mahasiswa Undana Lakukan PPL Internasional di Thailand

DETIKINDONESIA.co,KUPANG – mahasiswa universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang NTT mengikuti program South East Asia (SEA)-Teacher yang diselenggarahkan oleh South east Asia Ministers Education Organization (SEAMEO) di Chiang Rai Rajabhat University (CRRU), Kota Chiang Rai, Thailand.

Pre-service Student Teacher Exhange Program atau biasa disebut Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) Internasional dilaksanakan Tanggal 4 hingga 31 agustus 2019. Program ini diselenggarakan atas kerjasama kementerian pendidikan ASEAN. Program PPL ini diikuti oleh negara-negara partisipan seperti Indonesia, Thailand, Philipina, Vietnam, Laos dan Malaysia.

CRRU menerima 19 mahasiswa yang mengikuti program ini, 1 orang dari Philipina dan 18 lainnya dari Indonesia. 2 orang mahasiswa diantaranya merupakan mahasiswa Undana yang mengikuti program tersebut adalah Ferdinand Albert Limahelu dari program studi pendidikan Kimia dan Lya Mansula dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tahun ini merupakan yang pertama kalinya Undana melibatkan diri dalam program PPL Internasional ini. Program ini sebenarnya telah dilaksanakan selama 8 kali.

Ferdinand yang sekarang sedang berada di Kota Chiang Rai, Thailand dihubungi detikindonesia.co via whatsapp berbagi cerita seputar program PPL Internasional yang diikutinya.

“Program ini adalah program yang memberikan pengalaman bagi guru PPL dari negara lain untuk dapat mempelajari sistem pendidikan dinegara penerima. Dapat meningkatkan kemampuan bahasa inggris, dapat mempelajari berbagai budaya negara yang dituju. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengenal cara mengajar dinegara lain dan membandingkannya dengan di Indonesia, khususnya NTT. Melihal plus minusnya, plusnya ya dapat di terapkan di NTT untuk meningkatkan mutu pendidikan”, ungkapnya.

“Saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar siswa Sekolah Dasar (SD) namanya Bansanklang School ABEC. Sekolah dengan kurikulum internasional yang ada di Thailand. Sekolah ini merupakan sekolah bilingual, Bahasa inggris dan Bahasa Thailand dipakai dalam pendidikan di sekolah tersebut. Siswanya menggunakan Bahasa inggris dalam percakapan sehari-hari juga pada kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Saya mengajar kelas 5 dan kelas 6. Saya mengajar mata pelajaran sains. Mata pelajaran sains di SD ini sudah jauh lebih berkembang dari mata pelajaran sains SD di Indonesia. Kelas mereka paling banyak hanya berisi 7 siswa,” tutur mahasiswa yang akrab disapa Ferdy ini.

Ferdy menambahkan, “Sekalipun masih di sekolah dasar tetapi kemampuan para siswa tersebut sangat baik dalam interaksi di kelas. Disekolah ini saya membuat lesson plan, kalau di Indonesia disebut Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran. Program ini akan berakhir pada (30/08/19). Mahasiswa akan ditarik kembali ke CRRU dan akan dievaluasi di kampus tersebut. Cara evaluasinya, setiap sekolah akan melakukan presentasi di saksikan pimpinan kampus dan Urusan Internasional CRRU. Mahasiswa mempresentasikan apa yang telah didapatkannya, hal-hal yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.”

“Setiap hari mahasiswa perlu membuat tulisan dan di posting dalam blog untuk melakukan update terhadap setiap kegiatan mahasiswa. Kampus akan memantau kegiatan mahasiswa disekolah dengan melihat blog itu. Blog tersebut merupakan salah satu syarat yang digunakan untuk menerima sertifikat yang tercantum nilai menandakan bahwa mahasiswa telah menyelesaikan program ini. Nanti disekolah akan mengadakan ujian yang akan dihadiri oleh pihak SIAMEO, pihak CRRU dan juga guru pamong mahasiswa. Mereka akan memberikan nilai dari skala satu sampai empat, kriterianya sudah ditentukan oleh SIAMEO sendiri.”

Ferdi juga menceritakan cara perekrutan mahasiswa PPL Internasional bagi yang mungkin berminat pada kesempatan selanjutnya.

“Awalnya dari pihak Fakultas memilih program studi. Hal ini supaya program studi mengirimkan mahasiswanya untuk ikut dalam seleksi di Kantor Urusan Internasional Undana sebagai bagian dari tahapan program ini. Calon peserta juga dilakukan seleksi wawancara oleh universitas penerima dalam hal ini CRRU, Thailand. Kantor Urusan Internasional CRRU melakukan wawancara via skype kepada calon mahasiswa PPL Internasional. Setelah dinyatakan lolos, maka kami mempersiapkan segala urusan keberangkatan. Fasilitas termasuk tempat tinggal di urusi CRRU, Thailand.

Ditanya soal perbandingan siswa di NTT dan siswa di sekolah tempatnya melaksanakan PPL Ferdi menjawab “memang si berbeda budaya akan mempengaruhi perbedaan pola pikir dan sikap mereka. Siswa di Thailand sangat sopan, sangat taat terhadap guru, sangat menghormati guru.mereka juga sangat menghormati kakak kelas bahkan sesama mereka. (Di/YW)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker