HukrimPeristiwa Daerah

Diduga Korupsi, Kades Arham Buamona diprotes Masyarakatnya

DETIKINDONESIA, SANANA – Diduga tidak amanah dan banyak masalah dalam pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa atau DD Dan ADD, Kepala Desa (Kades) Nahi Kecamatan Sulabesi Barat Arham Buamona diadukan masyarakatnya ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut)

Puluhan masyarakat asal Desa Nahi yang datang Senin pagi (13/01/2020) diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Syafrudin Sapsuha, Ka. Inspektorat Hi. Kamaludin Sangadji serta sejumlah pejabat lingkup Pemda Kepsul di ruang rapat Sekda, Lantai II Kantor Pemda Kepsul di Pohea.

Dalam tuntutannya yang tertuang dalam satu bundel berkas yang dijilid, tidak kurang 26 point dugaan penyelewengan dalam pengelolaan DD dan ADD serta penyelewengan dalam jabatan dibeberkan masyarakat Desa Nahi dalam pertemuan tersebut.

Secara general masyarakat Desa Nahi meminta kepada Inspektorat dan Polres Kepsul serta aparat yang berwenang untuk segera melakukan audit investigasi atas pengelolaan DD dan ADD dari tahun 2016 silam.

“Ini adalah akumulasi dari berbagai kesalahan yang dilakukan Kades kami, sehingga pembangunan di Desa kami tidak berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Koordinator Masyarakat Desa Nahi Ardi Umafagur.

Masyarakat Nahi juga menyesalkan pengelolaan DD Dan ADD di Desa Nahi yang terkesan tertutup dan menyimpang dari semangat Pasal 82 UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengamanahkan keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan DD dan ADD.

“Indikasi Korupsi begitu kental, Kami meminta segera Polres Kepsul memanggil dan memeriksa Kades Nahi,” demikian dikatakan Fahri Bilmona yang juga salah satu perwakilan Masyarakat Desa Nahi.

Sementara itu Pihak Pemda Kepsul dalam hal ini Sekda Syafrudin Sapsuha mengatakan,

“Kami sangat menghormati apa yang disampaikan Masyarakat kami asal Desa Nahi hari ini, namun sekali lagi kami harus terlebih dulu menguji data dan berbagai dugaan yang diadukan hari ini, kemudian yang terpenting jika terbukti kami juga harus mengkonsultasikan terkait pergantian Kades, mengingat hal ini menjelang Pilkada, agar kami juga tidak menabrak aturan,” ucap Sekda pada keterangan persnya usai hearing dengan masyarakat Desa Nahi.

Sementara itu pihak inspektorat berjanji dalam waktu dekat segera turun lapangan ke Desa Nahi untuk menguji sejumlah aduan masyarakat Desa Nahi yang disampaikan hari ini. Pada keterangan Persnya Ka. Inspektorat Kepsul Hi. Kamaludin Sangadji mengatakan,

“Tentu apa yang disampaikan Masyarakat Desa Nahi Hari ini harus mendapat respon positif, untuk itu sebagai langkah yang strategis dalam waktu Dekat saya akan membentuk tim untuk melakukan audit dan investigasi atas pengelolaan DD Dan ADD di Desa tersebut,” Ungkap Hi. Kamaludin Sangadji.

Hearing yang berjalan kurang lebih satu jam itu, berjalan lancar dan tertib dikawal oleh sejumlah Petugas berpakaian preman asal Polres Kepsul, Masyarakat juga mengatakan setelah agenda Hearing akan melanjutkan untuk menyerahkan berkas dugaan temuan Penyimpangan Pengelolaan DD Dan ADD kepada Kapolres Kepulauan Sula. (DI/FARI)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker