Pariwisata

Surat Edaran Yang Dikeluarkan Pihak Manajemen Misool Eco Resort (MER) Menuai Tanggapan Yang Variatif

DETIKINDONESIA, RAJA AMPAT – Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengatakan, akan memanggil Pihak menajemen PT. Misool Eco Resort (MER) terkait surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 26 Februari 2020 Lalu.

“Nanti Kita akan panggil mereka untuk jelaskan”, kata Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo melalui Pesan WhatsApp-Nya, Minggu (01/02/2020) tadi malam.

Surat edaran yang dinilai telah membatasi aktivitas mata pencaharian Pengusaha dan Masyarat Lokal wilayah setempat itu, sontak kemudian mengundang tanggapan yang variatif dari kalangan masyarakat di Misool.

Surat edaran dengan Nomor: 001/MER/ADD-SP/II/2020 tersebut resmi diterbitkan pada tanggal 25 Februari 2020 oleh perusahaan dan disebarkan kepada seluruh operator wisata di Raja Ampat terutama masyarakat pemilik homestay di wilayah Misool Selatan.

Dikutip dari ANTARANEWS.Com, Adam salah satu Warga Misol selatan mengatakan bahwa, surat edaran tersebut mengagetkan masyarakat setempat terutama pengusaha lokal jasa pariwisata karena perusahaan asing itu statusnya hanya sebagai penyewa pulau dan tidak berhak untuk menguasai pesisir pantai dan laut.

“Kehadiran perusahaan tersebut pun tidak membawa dampak bagi kemajuan masyarakat lokal, sehingga kami tidak akan menjalankan edaran tersebut karena ini tanah kami, dan ini negara kami bukan negara asing. Kami minta kepada Presiden Joko Widodo untuk menindaklanjuti edaran tersebut yang membatasi masyarakat di atas tanahnya sendiri,” ujar Adam sebagaimana dikutip dari Media Antaranews.com edisi Minggu 1 Maret 2020 Pukul 15:44 WIB.

Didalam surat itu, pihak manajemen menghimbau kepada operator wisata untuk tidak mengunjungi pesisir pantai dan laut kawasan Pulau Kalig, Pulau Yelit, dan Pulau Daram di Wilayah Misool Selatan dengan dasar alasan mencegah ancaman virus corona.

Ahmad Talib Macap,Ketua Asosiasi Pengelola jasa Homestay Misool saat dihubungi Via telpon WhatsApp pada Minggu 1 Maret  2020 Waktu dini hari menyatakan, Surat edaran itu hanya berupa himbauan untuk mengantisipasi Virus Corona yang sekarang menjadi ancaman internasional.

“Kemarin teman-teman Pelaku usaha Homestay juga sudah membicarakan itu,namun jika ada tamu dari Homestay yang ingin berkunjung ke Pulau atau tempat destinasi yang dihimbau itu maka,bawah saja nanti kita lihat apa tanggapan mereka”, Terang Macap.

Menurut Talib, kunjungan tamu homestay ke tempat yang telah dihimbau Oleh Misool Eco Resort (MER) itu di apabila mendapat tanggapan berupa teguran dari pihak manajemen, maka pihaknya akan melakukan tindakan.Ujarnya.

Pihak manajemen Misool Eco Resort (MER) saat dihubungi Wartawan media DETIK Indonesia melalui Pesan WhatsApp pada Senin (02/3) pukul 19: 51 WIT namun,belum ada respon,(sedang tidak aktif). (DI/AJ.M)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker