Uncategorised

BMI Gelar Aksi Jilid Tiga di Depan Kementerian BUMN Dan BRI

DETIK IINDONESIA, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk politisi untuk menduduki posisi Komisaris Independen PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang baru. Pengangkatan itu berlangsung pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung Selasa (18/2).

Orang yang di maksud menduduki posisi komisaris Independen PT. BRI yaitu, Dwi Ria Latifa dan Zulnahar Usman. Ria merupakan politisi PDIP yang pernah menjadi anggota DPR periode 2014-2019 serta caleg PDIP pada Pileg 2019. Sedangkan Zulnahar merupakan Bendahara Umum Partai Hanura.

Dari Kasus tersebut aliansi Barisan mahasiswa melakukan akdi unjuk rasa di depan kantor BUMN dan kantor BRI, jakarta 09 maret 2020. Aksi tersebut di pimpinlangsung oleh koordinator lapangan (KORLAP) Rizal Kusnan.

“Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas, ternyata pengurus partai politik dilarang menjadi Komisaris BUMN”, ucap Rizal didepan Kantor Kementerian BUMN.

BMI Aksi Depan Kantor Kementerian BUMN.

Merujuk regulasi itu, Zulnahar diangkat sebagai Komisaris BRI saat masi aktif sebagai pengurus Partai Hanura. Sementara Ria Latifa masih diperkenankan sebagai Komisaris BUMN karena statusnya hanya sebagai anggota partai dan bukan sebagai anggota parlemen atau pengurus partai.

“Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas, bukan pengurus Partai Politik dan/atau calon anggota legislatif dan/atau anggota legislatif. Calon anggota legislatif atau anggota legislatif terdiri dari calon/anggota DPR, DPD, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II,” (Permen BUMN)”, ucap Rizal.

Terkait dengan persoalan diatas maka kami dari Barisan Mahasiswa Indonesia (BMI) menuntut:

1. Mendesak kepada Direktur Utama BRI agar segera memecat ZULNAHAR sebagai Komisaris BRI karena melanggar PERMEN BUMN Tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas.

2. Mendesak Kepada Direktur Utama BRI agar bertanggung jawab karena terjadi Kredit bermasalah di Bank BRI senilai Rp. 9 Triliun.

3. Menteri BUMN RI secepatnya melakukan perombakan di Bank BRI.

4. Copot Direktur Utama, Komisaris dan Direksi di Bank BRI. (DI/PIAN)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker