Peristiwa Daerah

Gelar Reses Di Raja Ampat, Anggota DPD RI Yance Samonsabra Tegaskan Pengelolaan Dana BOS Harus Transparan

DETIKINDONESIA, RAJA AMPAT – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Papua Barat Yance Samonsabra, menggelar Reses di Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat. Senin (09/3/2020) Waktu setempat.

Kegiatan Reses tersebut dilaksanakan di Aulah SMA Negeri 14 Raja Ampat, Perum Moko Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Dalam kunjungan reses itu Anggota DPD RI Samonsabra Didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Raja Ampat Juhairia Syaifuddin, Kepala sekolah SMA 14 Raja Ampat Nixon Miosido, S.Pd.dan beberapa dewan guru lainnya.

Anggota DPD RI Yance Samonsabra Saat Menerima Usulan Dari Kepsek SMA 14 Raja Ampat.

Dalam Sambutannya, Samonsabra mengatakan akan mencatat semua usulan yang diusulkan oleh pihak sekolah yang selanjutnya akan disampaikan pada Rapat Paripurna DPD RI Pusat katanya.

Anggota DPD RI itu juga mengatakan Bahwa dirinya merupakan Anggota DPD RI di komite tiga yang menangani 12 Program, salah satunya adalah program pendidikan.

“Kebetulan ada Staff saya juga ada, para Staff-Staff ini bertugas mencatat semua usulan yang disampaikan oleh pihak sekolah lalu diberikan kepada saya”, Lanjut dia.

Sementara itu Kepala sekolah 14 Raja Ampat Nixon Miosido S.Pd dalam sambutannya menyampaikan beberapa usulan. dirinya menilai bahwa usulan tersebut merupakan kondisi objektif yang kemudian di rangkum dalam beberapa poin.

“Raja Ampat ini kondisi geografisnya merupakan wilayah perairan sehingga guru-guru kami yang bertugas di kepulauan sering sekali jumpai kesulitan soal transportasi sebab itu. kami sampaikan kepada Pak Dewan atas kondisi- kondisi yang sulit ini”, Cetusnya.

Sebelumnya Yance mengatakan terkait penyaluran dana BOS tidak lagi melalui dinas, namun lanjut dia. Dana BOS tersebut dapat disalurkan langsung kepada pihak sekolah melalui rekening sekolah.

Usai gelar pertemuan dan menerima usulan di Aulah SMA 14 Raja Ampat, Anggota DPD RI itu juga mengunjungi beberapa sekolah di perumahan moko yakni, SMP Negeri 21 Raja Ampat dan SD negeri 23 Moko Kota waisai.

Dijelaskan Yance “Anggaran Dana BOS yang disalurkan melalu rekening Sekolah tersebut, 50% diperuntukkan bagi tenaga honorer 20% diperuntukkan untuk buku dan 30%  lainnya dikembalikan ke sekolah, yang mana anggaran itu digunakan sesuai dengan peruntukannya”, jelasnya.

Ia juga menambahkan pelaporan anggaran BOS tersebut juga harus transparan melalui majala dinding. “kalau sekolah tidak melakukan hal itu, maka sekolah akan mendapatkan sangsi”, terang nya.

Dikatakan sangsi yang pertama yakni, “Dana BOS tidak akan bisa dicairkan untuk tahap ketiga, bahkan jika sampai terjadi penyelewengan maka, dana BOS tidak bisa dialirkan kepada sekolah tersebut”, Ucap Yance.

Kendati demikian Ia juga mengatakan sebagai anggota DPD RI dari Komite yang menangani soal pendidikan, dirinya akan terus memperjuangkan apa saja keluhan yang diperolehnya di lapangan.

Hal tersebut menurut Yance, merupakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai penyambung aspirasi Rakyat, lebih khususnya lagi masyarakat Papua barat, demi untuk meningkatkan SDM Generasi Papua Barat yang unggul.

“Kendala dan keluahan bapak ibu semua akan saya catat dan kemudian akan saya perjuangkan dalam rapat pembahasan di DPD di Jakarta”, Tutup nya. (DI/AJ.M)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker