Peristiwa DaerahPolitik

Survey ‘Abal-Abal’ Ketua LAKPESDAM NU Kepsul Diduga Minta Bayaran Dari Salah Satu Balon Wabub

DETIKINDONESIA, SANANA – Aroma tidak sedap menyengat tajam dari hasil survey Cabup dan Cawabup oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia atau Lakpesdam NU Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pasalnya pasca rilis survey tersebut beredar (09/03/2020), muncul statement mengejutkan dari salah satu balon wabup (bakal calon wakil bupati) yang diajak ‘baku atur’ demi untuk menaikan elektabilitas pada hasil survey tersebut.

Survey yang terlanjur dimuat pada harian kabar terkemuka di Maluku Utara tersebut, sontak menjadi polemik setelah beredar testimoni ‘baku atur’ dari salah satu balon Wabup pada Pilkada Kepsul 2020.

Arif Umasugi atau akrab disapa AU yang merupakan pejabat Assisten II Pemerintah Daerah Kepsul memberikan keterangan kepada awak media terkait penyataannya di beberapa group medsos yang belakangan menjadi Viral.

“Sebelum hasil survey itu muncul di surat kabar, saya dihubungi oleh yang bersangkutan. mereka ajak ketemu namun saat itu saya ada di Sofifi Ternate”, beber AU kepada awak media siang tadi di JS Coffe Fatce-Sanana (10/03/2020).

Pria yang digadang-gadang maju mendampingi Petahana Hendrata Thes sebagai Calon Wakil Bupati ini menilai ‘janggal’ atas survey yang dilakukan Lakpesdam NU.

“Jadi awalnya dorang bilang saya di urutan kedua, namun dorang bilang bisa baku atur untuk Beta urutan pertama, saya tra mau karena saya mau hasil yang objectif saja”, lanjut menurut Pak AU.

Arif Umasugi menambahkan, mungkin karena dirinya tidak mau ‘baku atur’ sehingga awal dirinya di posisi kedua jadi merosot jauh menjadi urutan ke-5.
AU juga meyakini bahwa yang dimaksud mereka dengan ‘baku atur’ adalah ‘baku bayar’ untuk mendongkrak elektabilitas dirinya.

“Saya sangat menyayangkan, sikap dari generasi yang seperti ini, jelas tidak ada niat untuk membangun negeri. Saya menolak tegas survey pake bayar seperti itu, jelas merusak Demokrasi”, tutup Arif Umasugi.

Sementara itu terpisah Bung Eros (Ridwan Tidore-red) saat dimintai pendapatnya terkait permasalahan ini mengatakan,

“Silahkan saja pihak manapun sepanjang mempunyai kapasitas melakukan survey atau study Demokrasi menjelang pilkada Sula 2020 ini, namun harus jelas metode surveynya, jelas respondennya, jelas samplingnya, jangan kase bafoya masyarakat Sula”, beber Eros.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Bidang Komunikasi Politik di salah satu Tim Pemenangan dan Berlatar belakang Aktivis KNPI ini menilai bahwa survey yang dilakukan Lakpesdam ini sudah menjadi konsumsi masyarakat luas, karena termuat di salah satu surat kabar papan atas di Maluku Utara. Jadi dirinya berharap harus ada pertanggungjawaban sehingga kemudian tidak menjadi informasi yang menyesatkan.

“Jadi hasil survey ini kan bisa saja menjadi referensi bagi masyarakat, namun berbagai polemik yang ada didalamnya termasuk wacana baku atur dalam tanda kutip menjadi preseden buruk”, sesal Eros.

Eros berharap semua pihak bisa memberikan edukasi dan pendidikan demokrasi yang baik pada perhelatan Pilkada Kepsul 2020 ini.

Hasil Survey Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU ini juga menjadi perhatian PC NU Kepsul, dikabarkan melalui sekretaris Pengurus Cabang atau PC Nahdatul Ulama Kepulauan Sula Hariyono Subianto, pihaknya akan melakukan rapat dan dalam waktu dekat akan memutuskan terkait manuver dan kegiatan Lakpesdam NU Sula yang menurutnya tidak pernah ada tembusan ke PC NU Kepsul.(DI/FARI)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker