Peristiwa Daerah

Ancaman 20 Tahun Bagi Tersangka Korupsi Bawang Merah Malaka

DETIKINDONESIA, KUPANG  – Delapan orang tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Benih Bawang Merah Pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2018 telah ditahan Penyidik Ditreskrimsus Polda NTT.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Johannes Bangun, S. Sos, S.I.K. menjelaskan bahwa Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dengan Nilai Kontrak sebesar sembilan miliar enam ratus delapan puluh juta rupiah dengan cara me-markup harga dan Pertentangan Kepentingan dalam Pengadaan Barang/Jasa konspirasi/Kolusi antara Pihak terkait dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Hal tersebut tidak Sesuai dengan Pasal 6, Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 yang sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta menerima Hadiah/Jaji, sehingga merugikan Keuangan Negara sebesar empat miliar sembilan ratus lima belas juta sembilan ratus dua puluh lima ribu rupiah, Berdasarkan Laporan Hasil Audit Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Propinsi NTT Nomor : SR-1455/PW24/5/2019, tanggal 25 Nopember 2019,” jelas Johannes Bangun.

Direktur Reskrimsus Polda NTT Kombes Pol. Heri Try Maryadi, S. H. di ruangan rapat Ditreskrimsus Polda NTT, mengatakan bahwa ancaman hukumannya bagi delapan tersangka maksimal 20 tahun.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat 1 Ke-1e KUH Pidana dengan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun dan minimal 5 tahun hukuman penjara,” kata Heri. Kamis (12/3/20).

“Delapan orang tersangka sudah kami tahan, satu orang tersangka lainnya masih kami lakukan pemanggilan kedua. Tersangka YN, EPMM dan SDS ditahan pada tanggal 6 Maret 2020, dan tersangka YKB, AKA, KAK dan MB ditahan pada tanggal 10 Maret 2020 serta tersangka SB ditahan pada tanggal 11 Maret 2020 di Rumah Tahanan Polres Kupang Kota selama 20 hari,” ujar Heri.

Penyelidikan kasus ini berawal dari adanya laporan pada tahun 2018 yang ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan. Setelah tim penyidik Ditreskrimsus Polda NTT melakukan Pulbaket ditemukan adanya indikasi tidak pidana maka dilakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk mendapatkan keterangan atau informasi. Dugaan TP ini dilakukan penyelidikan lanjutan dengan melakukan klarifikasi ke beberapa orang yang terlibat yang saat ini sudah menjadi tersangka.

“Setelah dilakukan penyelidikan 60 % dari proses penanganan Tindak Pidana Korupsi ini adalah penyelidikan, tim kami lebih banyak ke lapangan agar mendapatkan dokumen, barang bukti yang jelas dari keterkaitan beberapa orang yang diduga sebagai tersangka. Sehingga kami membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan penyelidikan ini. Setelah kita yakin bahwa ini adalah tindak pidana maka dilakukan gelar perkara untuk ditingkatkan proses penyelidikan menjadi penyidikan,” pungkas Heri.

Barang bukti yang diamankan berupa dua Box berisikan Dokumen Perencanaan, Proses Pengadaaan, Dokumen Pelakasaan Kontrak serta Dokumen Pembayaran terkait Paket Pekerjaan Pengadaan Benih Bawang Merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2018.

Penyidik juga mengamankan satu Unit Mobil HRV Warna Hitam dengan Nomor Polisi W 1175 VK Senilai empat ratus juta rupiah, Uang Tunai sebesar enam ratus enam puluh lima juta enam ratus sembilan puluh enam ribu. Jumlah Total Penyelamatan Keuangan Negara satu miliar enam puluh lima juta enam ratus sembilan puluh enam ribu rupiah. (DI/YW)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker