Peristiwa DaerahPolitik

Awasi Pelanggaran Pidana Pemilu Dalam Pemilukada Raja Ampat,Bawaslu Raja Ampat Bentuk Sentra (Gakkumdu)

DETIKINDONESIA, RAJA AMPAT – Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Raja Ampat Gelar Rapat Koordinasi dan Pembentukan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020.

Rapat koordinasi tersebut dilangsungkan di Aulah Gedung Darma Wanita Syalome Syeben Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat,Jumat (13/3/2020) Waktu Setempat dan dihadiri Oleh Ketua Koordinator Sentra Gakkumdu Papua Barat,Ketua Bawaslu Raja Ampat,Markus Rumsowek serta Ketua Panwaslu Distrik Se-Kabupaten Raja Ampat.

Ketua Koordinator Sentra Gakkumdu Papua Barat,Rionaldo Parera Saat dijumpai usai penutupan Rapat Koordinasi tersebut menyatakan Pembentukan Gakkumdu tersebut merupakan amanat undang-undang yang patut dijalankan.

Dikatakannya Rio bahwa, Pemilukada tahun 2020 ini merupakan momen yang berbeda dengan Pemilihan umum karena dalam Pemilihan kepala Daerah, semua pihak terlibat langsung dan memiliki kepentingan politik. katanya.

Sebab itu kata Rio, Perlu adanya pembentukan Gakkumdu lebih awal, sehingga apabila ada temuan pelanggaran tindak pidana pemilu,maka dapat terakomodir dan diselesaikan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang ada.

Gakkumdu merupakan gabungan dari tiga lembaga yakni, Bawaslu,Kepolisian dan kejaksaan, yang mana dibentuk untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana Pemilu pada pemilihan kepala Daerah Kabupaten Raja Ampat Tahun 2020.

Meski demikian Konsideran Gakkumdu masih beradasarkan Keputusan bersama (Kepber) antara Bawaslu RI,Kapolri dan kejaksaan agung Yakni Keputusan Nomor:01 Tahun 2016, Nomor 14 tahun 2016 dan Nomor 10/JA/11/2016 .terang Rio.

Lanjut Rio,Temuan pelanggaran yang kerap terjadi itu biasanya pada tahapan kampanye sampai pada pemilihan dan paska Pemilihan yakni saat Rekapitulasi hasil pemilihan dari tahap bawah.

Rio Menilai dalam tahapan tersebut ada kecenderungan oknum-oknun yang akan merubah hasil dan melakukan penggelembungan suara.Hal tersebut menurut Rio adalah satu Tindakan pelanggaran pidana pemilu.

Dikatakan,Pada Pemilihan Presiden tahun 2019 yang lalu terdapat satu persoalan yang terindaksi Pelanggaran pemilu yakni ad satu oknum yang merusak alat peraga kampanye salah satu calon Anggota Legislatif di Kabupaten Raja Ampat.Ia juga menegaskan bahwa,pihaknya akan bertindak tegas dan tidak akan mentolerir pihak yang melakukan pelanggaran Pemilu.

“dengan adanya efek jerah seperti itu,saya berharap agar Pemilukada Raja Ampat tahun 2020 ini berjalan sebagai mana mestinya” Cetusnya. (DI/AJ.M)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker