Peristiwa Daerah

PT.Wijaya Graha Prima Diduga Cemari Lingkungan, Masyarakat Gelar Aksi

DETIKINDONESIA, RUTENG – Puluhan masyarakat dan belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan mahasiswa manggarai (PMM) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PT.Wijaya Graha Prima. Reo (14/03/2020).

Masa aksi menuntut agar pihak PT bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh kegiatan PT tersebut.

Dalam orasinya Syafi’i selaku jendral lapangan mengatakan kalau pihak PT harus memberikan apa yang menjadi hak masyarakat sekitar yang terkena dampak langsung.

Syafi’i juga menambahkan kalau PT tersebut diduga terindikasi melakukan galian c tanpa mengantongi izin dari pemerintah provinsi.

“Menurut tim advokasi kami dan laporan dari masyarakat, PT ini tidak mempunyai izin galian c. Namum PT ini tetap berbuat nakal dengan tetap melakukan galian. Ini jelas suda melanggar aturan,” tutur syafi’i

Dalam aksi ini tidak menemui jalan keluar karena direktur utama PT. Wijaya Graha Prima tidak hadir dan menemui masa aksi.

“Kami kecewa dengan tindakan direktur yang tidak menunjukan etikat baik terhadap masyarakat. Padahal masyarakat hanya ingin bertemu dan bicara apa yang menjadi kegelisahan yang mereka rasakan selama 10 tahun selama PT Wijaya Graha Prima berdiri,” tambah syafi’i

Tidak sampai disitu masa aksi pun menutup akses pintu masuk dan keluar PT lantaran kecewa tidak bisa bertemu dengan direktur utama PT Wijaya Graha Prima.

Masa aksi berjanji akan melakukan aksi lanjutan sampai direktur utama bertemu dan mendengar apa yang menjadi tuntutan mereka.

“Kami akan melakukan aksi lanjutan jika belum ada konfirmasi kapan direktur pt bertemu masyarakat batok dan nunang,” tutup syafi’i.

Pantauan DETIK Indonesia hingga saat ini, akibat penutupan akses keluar masuk itu. Pihak PT dilarang mengadakan kegiatan produksi dan sejenis sampai direktur utama bertemu masyarakat. (DI/YW)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker