Gaya HidupPeristiwa Daerah

Pentabisan Uskup Ruteng: Pelayanan Akan Lebih Berarti Bila Direfleksikan Dalam Waktu

DETIKINDONESIA, RUTENG – Mgr. Siprianus Hormat dithabiskan sebagai Uskup di Keuskupan Ruteng di Gereja Katedral Ruteng, NTT, Kamis (19/03/2020).

Setelah dua tahun lebih, sejak tahta suci keuskupan ditinggalkan Uskup Hubertus Leteng. Misa penthabisan dipimpin Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignasius Suharyo. Ribuan umat hadir dari berbagai wilayah, baik dari wilayah di Kabupaten Manggarai maupun umat dari wilayah Kabupaten dan provinsi lain di Indonesia.

Uskup Keuskupan Bandung Mgr. Antonius Subianto Benjamin dalam kotbahnya mengatakan, tugas berat akan dihadapi Uskup Siprianus dalam menggembalakan umat di tiga wilayah kabupaten Manggarai.

Namun Uskup Antonius meyakini bahwa Uskup Siprianus akan mampu memimpin Keuskupan Ruteng dengan dilandasi kasih.

Dikatakan Mgr.Antonius, jika melakukan pekerjaan di dalam kasih dan menjalankan panggilan Tuhan dengan tulus, tugas seberat dan sebesar apapun akan berhasil. Begitu pula dengan wilayah dan umat sebesar apapun akan mampu dikunjungi “orang tulus hanya takut pada Tuhan,Ia akan ikut apa maunya Tuhan,”katanya.

Saat ini ungkap Mgr. Antonius, ketulusan merupakan hal yang langka, namun Uskup Siprianus telah memperlihatkan ketulusan dengan melayani gereja dalam kasih”Tugas menjadi Uskup bukanlah opsi ataupun ambisi, bukan juga keinginan atau pilihan, tetapi panggilan dan perutusan ALLAH melalui gereja,”ungkapnya.

Melalui Visi pastoral kata Mgr. Antonius, kita diingatkan untuk semakin kudus di hadapan sesama dan kian kudus di hadapan ALLAH dan melakukan segala sesuatu di dalam kasih ( Om Nia In Caritate).

Sementara itu Kardinal Ignasius Suharyo dalam sambutannya menjelaskan, Uskup Siprianus sebelum menjadi seorang imam adalah seorang dirigen.

“Saya membayangkan seperti dirigen paduan suara, yang berhasil menyatukan suara-suara yang berbeda dan menjadikan suatu kidung yang indah,” katanya.

“Saya yakin Bapa Uskup Dirigen Hormat, akan mampu memimpin keuskupan Ruteng ini menjadi paduan suara yang sangat istimewa, tentu menjadi dirigen dalam arti mempersatukan dalam perutusan,” ucapnya.

Kardinal juga menyampaikan pesan Bapa Suci Paus Fransiskus kepad para Uskup agar perlu meningkatkan persekutuan perutusan di gereja keuskupannya, dengan meneladani cita-cita komunitas kristiani perdana, di mana umat beriman sehati dan sejiwa.

Dengan bertindak demikian ujar ketua KWI ini, ia akan berjalan di depan jemaatnya sambil menunjukan jalan dan menjaga harapan mereka tetap berkobar

“Saya yakin ketika Bapa Uskup memilih motto lakukanlah pekerjaan di dalam kasih, beliau sadar betul bahwa kasih manusiawi itu tidak ada yang sempurna,”imbuhnya.

Untuk itu Bapa Uskup bersama dengan umat ingin juga belajar dan bertumbuh di dalam kasih yang menjadi panggilan bagi kita semua.

Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat ketika memberikan sambutan menekankan tentang pentingnya pelayanan yang akan lebih berarti bila direfleksikan dalam waktu. Pelayanan selalu memasuki satu bentangan waktu dan melintasi jaman.

Mgr. Siprianus mengatakan, di saat dirinya terpilih sebagai Uskup, persis di tahun yang sama ada beberapa perayaan besar di Keuskupan Ruteng. Seperti tahun 2020 ditetapkan sebagai tahun pengembalaan, setelah sebelumnya 2019 dirayakan tahun diakonia dan tahun persekutuan di tahun 2018.

Tema-tema pastoral ini kata Mgr. Siprianus, tentu diangkat dengan pertimbangan matang untuk perjalanan Keuskupan Ruteng ke depan “Pada tahun ini, saya dipilih oleh Bunda Gereja melalui perantaraan Bapa Suci untuk menjadi gembala umat di Keuskupan Ruteng. Pertanyaannya apakah ini sebuah kebetulan? atau menjadi bagian dari rancangan agung Tuhan untuk Keuskupan tercinta ini,”,ungkap Uskup Siprianus.

“Hari ini untuk kedua kalinya, saya mengucapkan sumpah saya dihadapan Ibunda Gereja melalui wakilnya dan sumpah itu menjadi sebuah titik krusial dan yang menguatkan saya dalam seluruh hidup saya,”ujarnya.

Karena itu lanjut Mgr. Siprianus, apa yang diamanatkan Ibunda Gereja adalah hal agung yang siap dijalankan dalam penyerahan diri total kepada ALLAH yang memanggil, ALLAH yang memilih.

“Ke dalam pangkuan Ibunda Gereja yang pada akhirnya saya memilih motto Lakukanlah Pekerjaanmu di dalam Kasih,”

Menurut Mgr. Siprianus, hal utama yang dilakukan dan dibawah adalah bagaimana kasih itu dikembalikan keseluruh jantung dari seluruh tugas perutusan gereja di gereja lokal Manggarai ini. Dengan kata lain mengembalikan Tuhan sebagai yang paling utama yang menjadi motor dari seluruh karya pastoral” Hanya di dalam dia mengkontemplasikan seluruh cinta dan pengorbanan di dalam setiap orang yang diutus, akan mendapat makna dari kasih pelayanannya,”pungkas Uskup Siprianus. (DI/YW)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker