Opini

Tumpang Tindih Antara Omnibus Law Dan Corona Virus

Hasbi Salasa: The Eyes Of Darkeness Bahwa Sesuai Dengan Laporan Media Arus Utama Yang Paling Umum di Laporkan Tentang Penciptaan Coronavirus Menunjukkan Bahwa Itu Berasal Dari Mikroorganisme Yang Ditularkan Oleh Hewan Yang di Temukan Dalam Kelelawar Liar Yang di Konsumsi Oleh Seorang Warga Etnis China di Wuhan.

OLEH: Hasbi Salasa

Kehadiran Omnibus Law dan Virus Corona menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa dan para pekerja saat ini adalah Omnibus Law Masi tupang tindih, di antaranya Omnibus Law yang hari ini Masi bertolak belakan dengan para pekerja (Buruh) yang saat ini haknya suda diatur dan diperkerucut oleh perusahaan besar maupun perusahan kecil yang santralnya suda terarah pada dunia Infesestasi. Itupun Belum perusahaan yang skalanya kecil atau pabrik yang skala menengah dan kecil akan cenderung mendengar semua kebijakan itu karena suda di atur dalam UU tersebut. Ketakutan para Mahasiswa dan Para kaum pekerja (Buruh) adalah PHK yang tidak mengara pada aturan main Hukum itu sendiri, Contoh kecil nya para pekerja melakukan kegiatan di luar dari perusahaan maka perusahaan suda sewenang-wenang melakukan PHK tanpa melihat latar dari pada kegiatannya dan memberikan Despenisasi.

Hari ini Pemerintah juga menghadirkan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja ke parlemen. RUU ini masuk sebagai salah satu undang-undang Omnibus Law, bersamaan dengan RUU Perpajakan dan RUU Pemberdayaan UMKM untuk menguatkan para kaum Kapitalisme di erah Revolusi industri 4.0 saat ini.

Maka Perintah juga harus melihat dan mengkaji lagi untuk menyetujui lebih luas sehinga Undang-undang ini tidak mencedrai tatanan kehidupan para pekerja dan berpihak pada masyarakat bawa.

Itupun sebaliknya, Kehadiran Corona Virus yang masi belum transparan bigitu jelas, sehinga aktivitas Masyarakat dari kerja, Ibadah dan sampai ke dunia pendidikan pun terganggu karena Corona Virus tersebut. saya sediki menyentil pada buku yang menjadi tolak ukur utama The Eyes Of Darkeness bahwa sesuai dengan laporan media arus utama yang paling umum dilaporkan tentang penciptaan Coronavirus menunjukkan bahwa itu berasal dari mikroorganisme yang ditularkan oleh hewan yang ditemukan dalam kelelawar liar yang dikonsumsi oleh seorang warga etnis China di Wuhan.

Tetapi tampaknya ada beberapa bukti untuk membantah bahwa di provinsi-provinsi yang berdekatan di Cina, dimana kelelawar liar lebih banyak, belum mengalami wabah besar penyakit ini.

Karena itu dan faktor-faktor lain, ada juga spekulasi yang signifikan bahwa Coronavirus tidak terjadi secara alami melalui mutasi melainkan diproduksi di laboratorium, mungkin sebagai agen perang biologis.

Membantu mengembangkan virus juga akan menjelaskan bagaimana para ilmuwan Israel telah dapat mengklaim keberhasilan dalam menciptakan vaksin begitu cepat, mungkin karena virus dan perawatan untuk itu dikembangkan secara bersamaan.

Bagaimanapun, ada konsekuensi politik yang pasti terhadap munculnya virus corona, dan tidak hanya di Cina. Di Amerika Serikat Presiden Donald Trump telah disalahkan karena berbohong tentang virus dan ada berbagai skenario dalam publikasi mainstream berspekulasi tentang kemungkinan dampak pada pemilihan pada tahun 2020.

Jika ekonomi tenggelam bersama-sama dengan pasar saham, itu akan berdampak buruk pada Trump apakah dia sebenarnya bersalah. Jika penahanan dan pengobatan penyakit itu sendiri di Amerika Serikat tidak berjalan dengan baik, mungkin juga ada reaksi yang signifikan, terutama karena Demokrat telah mempromosikan peningkatan perawatan kesehatan.

PENULIS: Hasbi Salasa Mantan Ketua Umum Korkom UBK HmI JAKPUSTARA Periode 2019-2020

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker