Life Style

Dampak Pandemi Covid-19, Kini Hadir Kedua Mahasiswi Kota Kupang Bercerita – #AYOJAGAJARAK

DETIKINDONESIA, KUPANG – Seorang mahasiswi Kota Kupang, Glorya Fransisca Petrus Ly via WhatsApp. Jumat (17/04/2020), kepada DETIK Indonesia membagi cerita seputar imbas pandemi Covid-19 yang dialaminya.

Glory Ly bercerita mengenai perasaannya saat diimbau oleh Pemerintah untuk melaksanakan proses belajar dari Rumah.

“Merasa senang dengan kebijakan yang ada karena belajar atau mengikuti kuliah dari rumah adalah tindakan efektif untuk preventif diri dan lembaga dari penyebaran virus corona dan juga membuat kita sebagai mahasiswa lebih memiliki rasa aman karna sejujurnya alat perlindungan diri yang ada sangat terbatas sehingga untuk beraktifitas diluar sangat beresiko,” cerita mahasiswi jurusan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana.

Glory juga berbagi cerita soal tantangan ketika tidak belajar bersama teman-temannya

“Ini Merupakan sebuah tantangan karena apabila perkuliahah secara langsung maka untuk bertukar pendapat mengenai materi perkuliahan lebih mudah dan dapat dimengerti, selain itu dirumah juga tantangan besar karna rasa malas untuk tetap produktif mengikuti perkuliahan juga sangat besar sehingga terkadang harus tetap dipaksakan untuk memiliki mood dan semangat yang bagus dalam mengikuti perkuliahan secara mandiri dari ruma,” ungkap Glory.

Tak hanya itu, Glory Ly juga membagi informasi mengenai aktifitasnya selama pendemi corona terjadi.

“Untuk kegiatan dirumah, tentunya lebih beda dari biasanya karena 24 jam dihabiskan dirumah. Seperti perkuliahan online, belajar untuk memasak juga, membaca buku dengan tema yang lebih bervariasi serta memiliki waktu untuk menghibur diri dengan menonton film. Selain itu saya juga meningkatkan pengetahun dan keterampilan berbahasa inggris dengan mengikuti aktivitas online seperti flex Aiya dimana dapat belajar secara langsung dengan english native speaker lewat zoom dan juga lebih memperbanyak ilmu dalam segala bidang karena waktu yang dimiliki sangat banyak untuk berkembang. Selain itu saya juga mengupdate berita-berita tentang covid-19 agar bisa tetap mengetahui kondisi dan waspada serta juga menjalani ibadah yang rutin seperti biasa,” ujar mahasiswa smester dua tersebut.

Namun Glory Ly mengharapkan agar orang tua tetap memimbing anak-anaknya yang sedang melakukan aktifitas belajar dirumah.

“Saya berharap orangtua sebagai pendidik pertama dalam rumah bisa menemani, memahami, mendukung dan memberikan waktu yang baik selama perkuliahan sehinggaa walaupun kita belajar dari rumah namun kualitas pengetahuan yang kita terima tidak berbeda seperti saat kita belajar dikampus,” harap Glory.

Pesan Glory Ly, orang muda harus mampu memberikan perubahan positif, dimulai dari hal kecil.

“Saya berharap walaupun kita muda bukan berarti kita tidak dapat memberikan perubahan yang luar biasa, kita bisa mulai dari hal kecil yaitu mendengarkan anjuran pemerintah untuk tetap tinggal dirumah,tidak menganggap Covid-19 ini sebagai hal sepele,berhenti nongkrong bareng seperti tidak terjadi apa apa. Pergunakan waktu yang ada untuk tetap produktif dan menghasilkan sesuatu yang membuat anda bangga dengan diri anda dan juga dapat memberi dampak positif yang besar terhadap masyarakat. Internet sudah ada dan jaringan tidak lambat, kita sudah 4G jangan gunakan 4G hanya untuk main dan menghabiskan waktu tetapi gunakan fasilitas yang ada untuk mengembangkan kualitas diri karena kita masih tertinggal dari milenial diluar sana yang walaupun muda namun sudah bisa menciptakan robot,” pesan mahasiswa kelahiran 2001 tersebut.

Mahasiswa lainya Stephany Mone, yang ditemui di kediamanya di TDM 2, Kota Kupang, NTT, Sabtu (18/04/2020) berceritra mengenai imbas pandemi Covid-19 pada aktifitasnya.

“Pandemi Covid-19 ini membawa dampak yang sangat buruk bagi keselamatan manusia tidak hanya itu tetapi aktivitas manusia juga tidak berjalan normal, misalnya saya mahasiswa yang diperyakan sebagai ketua Himpunan Mahasiswa MIPA (HMJ) sampai hari ini belum dilantik sehingga berdampak pada program-program yang telah kami persiapkan,” ujar Mahasiswi yang juga Ketua HMJ MIPA FKIP UNDANA Kupang tersebut.

Stephany juga mengaku bahwa dirinya sedang membuka les amtematika namun aktifitasnya berjalan normal.

“Saya sementara buka Les Matemayika, tetapi puji Tuhan aktivitas Lesnya tetap berjalan Normal, namun untuk keluar rumah selalu waspada tidak seperti biasanya, sebelum adanya wabah virus corona saya tidak takut ketika ada jadwal les saya biasa-biasa saja,” kata Stephany.

Stephany berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga seluruh aktivitasnya dan juga teman-teman yang lain kembali Normal. (DI/AM)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker