Peristiwa Daerah

Terkait Status 3 ODP di Raja Ampat, Jubir Covid-19 Raja Ampat: Kita Tidak Sembarangan Tentukan Kriteria – #AYOJAGAJARAK

DETIKINDONESIA, RAJA AMPAT – Belakangan ini beredar informasi di kota Waisai Kabupaten Raja Ampat, bahwa pasalnya 3 orang dalam pemantauan (ODP) diminta oleh masyarakat untuk ditetapkan sebagai Pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kita tidak sembarangan mengkategorikan seseorang itu, ODP atau PDP. Ada pedoman/petunjuk Teknis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI”, ujar dr. Rosenda, juru bicara Covid-19 Kabupaten Raja Ampat dalam konpres di Kantor bupati Raja Ampat, Minggu (19/4/20).

Menanggapi perihal informasi tersebut, kedua juru bicara yakni, dr. Rosenda bersama dr. Laura Kristiany pun memberikan penjelasan kaitannya dengan kriteria/kategori ODP dan PDP. Hal ini juga dalam rangka mengclear – kan informasi tentang posisi/kondisi tiga (3) ODP yang saat ini dirawat di RSUD Raja Ampat.

“Mengenai ODP dan PDP ada kriterianya. ODP adalah seseorang dengan demam/riwayat demam dan ada keluhan respiratori misalnya batuk, sesak nafas, nyeri tenggorokan yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit”, terang dr. Rosenda.

Sedangkan PDP adalah seorang dengan keluhan baik demam maupun riwayat demam dan keluhan respiratori seperti batuk, pileg, nyeri tenggorokan, sesak nafas dengan riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, dan melakukan kontak dengan konform.

“Jadi Jika seseorang dengan keluhan demam/riwayat demam, dengan keluhan saluran nafas dan ada kontak dengan kasus conform maka termasuk ke kelompok PDP. Baik OTG, ODP, PDP maupun seseorang dengan kasus conform dapat diberikan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit jika ada indikasi”, jelas jubir dr. Rosenda.

Untuk diketahui, Tiga ODP yang saat ini dirawat inap di RSUD-19 ODP diantaranya merupakan ODP baru, sementara 2 ODP lainya Sebelumnya sudah ODP dan sudah selesai dalam pantauan, namun muncul lagi keluhan di hari ke-15.

karena ditemukan keluhan dan klinis setelah pemantauan selama 14 hari, jadi dengan pertimbangan tersebut maka petugas medis lakukan perpanjangan pemantauan dengan rawat inap sesuai indikasi untuk mendapat pelayanan kesehatan yang memang tidak bisa dilakukan di rumah seperti mendapat suntikan obat, jika berdasarkan pedoman, ketiganya termasuk dalam kategori ODP.

Sementara itu dr. Laura Kristany yang juga sebagai juru bicara Covid-19 Kabupaten Raja Ampat mengaku, kekhawatiran terjadi karena beredar informasi terkait 3 orang ODP yang kini dalam perawatan, namun beredar informasi, masyarakat meminta meskipun ketiga ODP, namun harus ditetapkan sebagai Pasien dalam pengawasan (PDP.

“Dalam Pedoman Kementerian Kesehatan yang berlaku diseluruh Indonesia, ada kriteria untuk ODP, OTG, PDP. Penentuan pasien berdasarkan juknis tersebut dan jika tidak merujuk pada juknis tersebut, tidak bisa sembarangan mengkategorikan sebagai OTG, ODP, PDP,” jelas dr. Laura dalam konpres yang kemudian di release oleh Bagian Humas Pemda Raja Ampat.

Tim satgas juga menghimbau kepada masyarakat yang datang dari luar Raja Ampat agar baik menggunakan Speed Boat ataupun longboat agar bersandar di pelabuhan falaya, agar tim bisa melakukan pengecekan dan pemeriksaan. (DI/AJ.M)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker