Pemerintahan

Sejumlah Wilayah Papua Barat Masuk Zona Merah, Bupati Raja Ampat Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan #AYOJAGAJARAK

DETIKINDONESIA, RAJA AMPAT – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama unsur FORKOPIMDA menggelar Rapat Koordinasi teknis pencegahan Covid-19 di wilayah kabupaten Raja Ampat,di Aulah Wayag Convention center Kantor Bupati Raja Ampat Sabtu (19/4/20) malam kemarin.

Dalam pertemuan itu,Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE mengingatkan semua stakeholder terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan covid-19 di Raja Ampat.

“Meskipun hingga saat ini, Raja Ampat belum masuk zona merah Covid-19 dan data ODP sudah mulai menurun, Pemerintah Raja Ampat dan FORKOPIMDA menggelar rapat koordinasi teknis pencegahan Covid-19” ucap AFU.

Lanjut AFU,dengan melihat update data terbaru telah diketahui beberapa daerah di Papua barat dilaporkan sudah terpapar Virus Corona seperti Manokwari,kota Sorong dan Bintuni,sebab itu perlu adanya peningkatan kewaspadaan

“Saya melihat beberapa minggu lalu Kota Waisai masih terasa nyaman, tetapi kita tidak boleh tinggal diam begitu saja, perlu kita tingkatkan hal hal untuk mencegah virus corona tersebut” himbau AFU.

Sementra dalam pertemuan tersebut,Dandim 1805/ Raja Ampat, Letkol Inf. Josep Paulus Kaiba,meminta Tim Satgas memperketat pengawasan pada pintu masuk tidak resmi dan mengingatkan masyarakat untuk patuh pada aturan dan himbauan dari pemerintah daerah.

Ia juga menekankan agar masyarakat terprovokasi oleh berita yang tidak benar jangan juga menjadi provokator dengan menyebarkan berita atau informasi tidak benar yang nantinya meresahkan.

“Terkait dengan adanya oknum yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah akan kami tindak, karena keberadaan kami sebagai alat pertahanan utama Negara” tegas Dandim.

Kaiba juga mengaku bahwa apa yang menjadi himbauan Pemerintah, pihaknya akan tetap mengawal secara intens

“apa yang telah menjadi himbauan dari pemerintah akan tetap kami kawal.Jadi jangan sampai ada masyarakat yang menjadi provokator yang dapat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat”tekan Dandim.

Adapun hasil dalam rapat tersebut yakni,yang pertama ,Tranportasi reguler masih dihentikan,namun untuk angkutan logistik tetap jalan.

Berikutnya,Masyarakat yang akan melakukan perjalanan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Tim Satgas Covid-19 Kab. Raja Ampat.

Dalam pelaksanaan ibadah ,tetap mengikuti himbauan dari pemerintah sampai dengan perkembangan wabah ini benar benar selesai.selain itu masyarakat juga dihimbau untuk melakukan pengawasan terhadap setiap orang yang masuk ke wilayah kota waisai dengan melalui pelabuhan tidak resmi.(DI/AJ.M)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker