Opini

Mahasiswa Vs Pendidikan, Pemerintah Vs Covid-19 – #AYOJAGAJARAK

Oleh: ALI AKBAR RUMOMA

Penulis Adalah: BPL PB HMI

MAHASISWA sebagai Sosial Kontrol Punya peran Penting di bangsa dan Negara, Terutama ditengah-tengah Masayarakat Miskin yang Kurangnya Suplayer Pemerintah terhadap Mereka.

Kurangnya inisiatif positif dari Kebijakan-kebijakan Yang ditentukan oleh pemerintah sangat membuat seluruh Masyarakat Indonesia terus menerus bergulumut dengan Tirani struktural yang dilakukan oleh Pemerintah selaku Inisiator Bangsa Indonesia sendiri.

Pemerintah Berani Mengambil keputusan secara Alamiah, Tetapi Tindakan dan Kerja sosial Selalu memojokkan Mahasiswa dan Masyarakat yang semestinya sebagai Penentuh Arah Majunya Pendidikan, dan kelanggengan Ekonomi Nasional.

Covid-19 Hadir mulai mematikan gerakan dan posisi pendidikan Nasional berdasarkan UU No 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidik Nasional di Indonesia Serta Melenyapkan Perputaran Kemajuan ekonomi Indonesia dalam kancah internasional Berdasarkan UU 1945 Pasal 33, tentang Perekonomian yang digunakan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sampai saat ini Pemerintah hanya Bersuai dan Terus Menentukan Kebijakan-kebijakan Baruh yang melumpuhkan Seluruh kegiatan Mahasiswa dan Masyarakat di tingkat Ekonomi Mikro, Khususnya Masyarakat (Pedagang Kaki Lima).

Kurang nya Alternatif Kebijakan yang mampu menjawab Kelu kesa dari Mahasiswa dan Masyarakat dari pemerintah sendiri, Bukan saja Sektor-sektor Tertentu yang Rugi akibat Covid-19, Namun yang paling Urgen adalah Mau dimanakah Mahasiswa dan Masayarakat Pedagang Kaki Lima ditentukan Posisinya?.

Kini Pemerintah hanya hadir sebagai Upaya Laporan Medis terkait jumlah Pandemi Covid 19, di Indonesia sendiri, Namung langkah-langkah Strategis yang harus Pemerintah Utamakan adalah Masyarakat dan Mahasiswa, bukan sebagai posisi Laporan Medis, yang kian jumlah dan angka selalu menjadi laporan urgen bagi pemerintah sendiri.

Dan siapakah yang akan menjadi target sasaran pemerintah untuk peduli pada saat Covid-19 tersebut?. Maka barang tentu Persiapan pemerintah sendiri Bukan saja menjadi titik fokus kepada sektor-Sekteor tertentu demi kepentingan pemerintah, Akan tetapi Kewajiban dan Kewenangan demi menjaga dan merawat Masayarakat, baik Masyarakat Fakir Miski, Anak-anak, Pengaguran, Mahasiswa, Dan seluruh Masyarakat Indonesi.

Tindakan-Tindakan serta upaya Pemerintah Hanya fokus dan diam dengan Asupan Bantuan Luar Negeri demi Redupnya atau Hilangnya Covid 19, sehingga Pemerintah sendiri Hilang akal melindungi Masayarakat baik berupa Usaha-usaha Kerja sosial dan Bantuan-bantuan Sosial demi Penyelamatan Masayar indonesi.

Seiring dan waktu Mahasiswa selalu peduli dengan Keselamatan jiwa dan Kesehatan Masyarakat dengan kempuan dan gagasan Konsep yang utuh demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat menghadapi Covid-19.

Maka dari itu Mahasiswa Hadir sebagai Sosial Kontrol, punya peran penting dalam kehidupan Masayarakat, demi menjaga keutuhan Negara Indonesia dari sisi pendidikan dan Kesejahteraan Pendidikan, Trus lantas Bagaimana Peran pemerintah Di sela-sela Covid-19 ini Kesenjangan dan kesejahteraan Pemerintah dibidang sosial ekonomi, dan sosial Kemasyarakatan?

Maka darai itu Pemerintah Harus Bertanggung jawab atas Seluruh Kemungkinan-Kemungkinan Krisis ekonomi yang melanda Masyarakat Indonesia sendiri ditengah-Tengah Covid 19 yang sekarang dirasakan oleh Masayarakat, dan pemerintah Harus Bertanggung jawab atas Seluruh keluarga Korban yang meninggal karna Covid-19, baik dari Biaya kehidupan sehari-hari maupun Pendidikan berskala Tinggi.

Oleh: ALI AKBAR RUMOMA, BPL PB HMI.

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker