Opini

Pembangunan Pendidikan Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045 – #AYOJAGAJARAK

Oleh : Nur Kholis

Penulis Adalah: Mahasiswa S1 Sosiologi FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya dan Direktur Eksekutif Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) Cab. Surabaya

Cita-cita Bangsa Indonesia setelah berhasil memperoleh kemerdekaan adalah menjadi negara yang besar, mandiri, kuat, dan diakui eksistensinya ditengah-tengah kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Di dalam perkembangannya, setelah Indonesia merdeka hampir 73 tahun, pencapaian cita-cita belum sepenuhnya diraih. Meskipun di sisi lain kita  mengakui terdapat perbaikan dan kemajuan yang di capai dalam bidang sosial, ekonomi, politik, keamanan, daan kesejahteraan masyarakat. Tetapi, kita harus menyadari dan meningkatkan komitmen dan kemampuan kita, karena ke depan masih terdapat banyak tugas dan persoalan yang harus dituntaskan. Rasa percaya diri dan upaya kuat setiap elemen bangsa, termasuk para pemuda (generasi millennial)  dengan semangat nasionalisme harus tetap berdiri tegak apapun tantangannya demi terwujudnya Indonesia emas dan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia diprediksi akan mencapai bonus demografi pada tahun 2045 atau yang sering kita sebut sebegai Indonesia emas. Bonus demografi adalah suatu peristiwa dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) dan itu diprediksi terjadi di kisaran periode 2020-2045.

Bonus demografi dapat kita pandang sebagai modal besar yang dimiliki oleh Indonesia untuk menjaga kelangsungan bangsa dan negara ini kedepan, apabila kita dapat mempersiapkannya dengan benar dan semua elemen bangsa, terutama para generasi millenialnya mau memeprsiapkannya. Tetapi apabila ini disikapi dengan santai-santai maka akan menjadi permasalahan yang cukup berat nantinya bagi negera. Karena seberapa besarnya pun jumlah generasi muda apabila tidak diimbangi dengan skill (keahlian dan pendidikan moral yang cukup, maka itu tidak ada gunanya. Sebesar apapun jumlah angkatan kerja, kalau tidak produktif, dan tidak diimbangi dengan kesempatan kerja yang memadai, maka itu dapat menjadi persoalan baru.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan nasional guna mempersiapkan diri dalam memasuki era bonus demograsi. Pendidikan terbukti mampu mengubah dan memperbaiki mindset (pola pikir) suatu individu dan masyarakat sehingga dapat berfikir terbuka, menerima perkembangan zaman. Sejarah membuktikan bahwa peradaban Yunani, peradan Mesir, Mesopotamia, dan bahkan Eropa dapat menjadi negara yang tangguh, diakui keberadaannya, karena mereka menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa di dapatkan dari menempuh proses pendidikan, baik formal maupun non formal. Untuk itu, pemerintah berkomitmen memberikan perhatian yang lebih besar dalam pembangunan pendidikan dengan berbagai terobosan baru yang dicanangkan dalam kebijakan yang diambil.

Kita semua meyakini, dan sadar bahwa hanya dengan pendidikan, kita dapat mengejar ketertinggalan dengan negara dan bangsa-bangsa lain, baik dalam bidang sains, teknologi, maupun sosial budaya. Pendidikan, memiliki peran yang teramat sangat penting dalam proses pembangunan peradaban bangsa yang sejalan dengan kepribadian karakter, dan keagungan jati diri bangsa. Negara harus konsisten dalam melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanah yang tertera dalam konstitusi perundang-undangan hukum yang berlaku, dan sesuai dengan cita-cita awal didirikannya negara. ini merupakan bagian yang teramat penting yang dapat menentukan perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk dapat menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efisien dan efektif. Pendidikan merupakan suatu proses dimana sebuah bangsa atau negara melakukan pembinaan dan mengembangkan kesadaran diri dalam tiap-tiap individu warga negaranya. Selain itu, pendidikan, merupakan suatu usaha yang dilakukan, ditanamkan selain untuk menempa fisik, mental, dan moral tiap-tiap individu, juga dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan tiap individu menjadi manusia yang berbudaya sehingga diharapkan mereka mampu memenuhi tugasnya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang sempurna dan terpilih sebagai khalifahNya di muka bumi, sekaligus dapat memberikan manfaat bagi seluruh alam.

 Di dalam konteks modern (kekinian), istilah pendidikan selalu ditaruh dalam suatu kerangka akttifitas yang paling vital daan mulia, dan suatu tugas yang ditujukan untuk sebuah angkatan atau generasi yang sedang berada dalam masa-masa pertumbuhan (generasi muda). Oleh karena itu, pendidikan lebih mengarahkan diri seseorang pada pembentukan dan pendewasaan penegmbangan kepribadian manusia yang berlangsung secara terus menerus (on going formation).

Indonesia mengenal tiga pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, dan learning to life together. Yang dilaksanakan dengan tujuan untuk melahirkan peserta didik yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahuan, yang dapat melaksanakan tugas dalam menyelesaikan masalah, mampu bekerjasama, dan miliki sikap tenggang rasa, toleransi dan pluralisme.

“Learning to be” adalah muara akhir dari tiga pilar belajar yang dapat membantu peserta didik untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mantap, kuat, mandiri, memiliki kehormatan yang tinggi, tidak hanya sekedar memiliki having (materi-materi dan jabatan-jabatan politis). Dengan itu, tujuan diselenggrakannya pendidikan nasional dapat terwujud, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Kunci keempat pilar pilar belajar tersebut yaitu “learning how to learn” (belajar bagaimana belajar), sehingga pembelajaran dilakukan bukan untuk mengejar nilai akademik semata, tetapi juga bertujuan agar kita dapat belajar dan memahami dari lingkungan, dari pengalaman, dan kelebihan orang lain, dari kekayaan dan luasnya hamparan alam ciptaan Tuhan, sehingga fikiran kita dapat terbuka lebih luas untuk memikirkan dan bersikapa kritis.

Dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah selain menerapkan kebijakan-kebijakan yang sistematis dan terstruktur, juga mendorong dan membantu satuan pendidikan formal dan non formal untuk melaksanakan penjaminan mutu pendidikan guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju dengan bonus demografinya, tentu itu akan menjadi lebih baik apabila diimbangi dengan pendidikan dan keterampilan yang cukup untuk para generasi muda, ditambah dengan pendidikan moral (karakter). Apabila Pemerintah, akademisi, dan masyarakat dapat bahu-membahu mempersiapkan diri memasuki bonus demografi dengan pembangunan kualitas pendidikan, maka yakin kita akan mencapai Indonesia Emas 2045, menjadi negara yang mandiri, kuat, disegani, berdikari, dan kesejahteraan bersama dapat terwujud.

Oleh : NUR KHOLIS, Mahasiswa S1 Sosiologi FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya dan Direktur Eksekutif Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) Cab. Surabaya

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker