Pemerintahan

Bupati Manggarai Barat, 1 PDP Meninggal di RSUD Komodo – #AYOJAGAJARAK

DETIKINDONESIA, LABUAN BAJO – Benar ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial AS, Umur 29 tahun, jenis kelamin laki-laki, meninggal dunia di RSUD Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat NTT,

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat pada media center Covid19 Mabar, Selasa (28/04/2020).

Agustinus Ch Dula menjelaskan, berdasarkan data yang diterima dari RSUD Komodo, AS memiliki riwayat perjalanan ķe Bima, NTB pada tanggal 20 Maret 2020. AS kembali lagi ke Labuan Bajo pada tanggal 6 April 2020.

“AS meninggal, Selasa (28/4) pagi, jam 07.30 wita dan Jam 10.30 Wita dan dilakukan pengambilan SWAB oleh tenaga medis RSUD Komodo yang selanjutnya akan dikirim untuk diperiksa di laboratorium Litbangkes di Jakarta,” jelas Agustinus Ch Dula

Lanjut Agustinus Ch Dula, Pasien berinisial AS lanjut Bupati Gusti beralamat di Kampung Ujung Kelurahan Labuan Bajo. Riwayat perjalanannya, tanggal 20 Maret ke Bima. Kembali lagi ke Labuan Bajo tanggal 06 April 2020. Masuk RSUD Komodo pada tanggal 26 April malam dan langsung repid test.

“Hasil Rapid testnya positif reaktif, maka diisolasikan di RSUD Merombok RS Rujukan. Tadi pagi sudah meninggal dan pemulasaran (penguburan) jenazah penanganannya dilakukan sesuai Protap dan SOP Covid 19,” katanya

“Pengambilan SWAB tetap dilakukan utk selanjutnya diperiksa oleh Laboratorium Litbangkes di Jakarta”, papar Agustinus.

Tambah Agustinus Ch Dula, yang paling penting Petugas Medis telah bekerja semaksimal mungkin atasi Covid 19 pada tiap pasien PDP.

“Oleh karena itu, saya tetap memberi apresiasi kepada dokter dan para medis sebagai ujung tombak pelayanan Covid 19,” harapnya

Agustinus Ch Dula, dalam kondisi kekurangan dan keterbatasan sarana dan prasarana, tetapi mereka tetap bekerja demi keselamatan sesama warga dan tidak pernah menyerah atas hal tersebut.

“Kematian adalah ketetapan dan kekuasaan Tuhan, tetapi sebagai manusia tetap harus berjuang demi penyembuhan dari seluruh pasien,” pungkasnya (DI/SA)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker