InternasionalLife StyleNasional

Tuan Guru, Tokoh Dunia Asal Tidore

DETIKINDONESIA, AFRIKA SELATAN – Memasung denyut nadi Islam di tanah Afrika Selatan adalah penghargaan yang layak dan angung untuk disematkan pada tokoh dunia asal Tidore Maluku Utara yakni, Imam Abdullah Qadhi Abdus Salam. Ulama besar tersohor di dunia ini yang disapa Tuan Guru telah melibas tirani perbudakan dibumi ras kulit hitam.

Dikala itu di tanah Afrika Selatan perbudakaan tubuh subur, banyak Rakyat Melanesia di hamparan Cape Town dibelenggu penindasan. Hak hidup mereka dibendil oleh para penjajah kala itu. Namun dibalik pengasingan Tuan Guru oleh Kolonial telah berubah menjadi sebuah perlawanan kelas.

Tindak tanduk Tuan Guru, akhirnya menuai legenda di tanah Afrika Selatan, namanya pun dilangitkan di tanah ras kulit hitam tersebut, bahkan wafatnya Tuan Guru sebelum dia panggil oleh Allah Swt, dia lantas menanamkan sebuah cendra mata pada masyarakat setempat berupa Masjid bernama Auwal. Masjid tertua di Afrika.

Lebih lagi, agar selalu dikenang dan di abadikan dalam perjalanan hayat orang-orang Afrika Selatan seorang Jurnalis bernama Shafiq Morton lantas meluncurkan buku Tuan Guru berjudul”From the Spice Islands to Cape Town: The Life and Times of Tuan Guru.

Buku ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia terhadap tokoh besar dari Tidore, Maluku Utara yang menjadi penanda hubungan antara Indonesia dan Afrika Selatan saat ini.

Tuan Guru Imam Abdullah Qadhi Abdussalam lahir di Tidore pada tahun 1712, dan meninggal di Cape Town pada tahun 1807 pada usia 95 tahun.

Tuan Guru tiba dengan kapal VOC, Zeepard, pada tahun 1780 ketika berusia 68 tahun. Belanda mengirimnya ke Cape Town untuk menghalangi interaksinya dengan Inggris, musuh bebuyutan Belanda pada era kolonialisme.

Dalam pengasingan, Tuan Guru mendirikan madrasah pertama di Afsel pada tahun 1793, dan tidak lama setelah itu, membangun masjid pertama di Afrika Selatan, Masjid ul-Awwal. Tuan Guru yang Hafiz Quran, menuliskan kembali Al Quran dari hafalannya saat dipenjara di Pulau Robben selama dua kali.

Ulama besar ini juga menulis karya lain Ma’rifat wal Iman wal Islam (Pengetahuan Iman dan Agama) setebal 613 halaman, yang menjadi panduan Muslim di Cape Town untuk belajar Islam. Tuan Guru sangat dihormati di Afrika Selatan.

Kesaksian atas tokoh dunia ini datang dari Kehadiran Fadli Zon selaku tokoh dan  Mantan Wakil Ketua DPR RI di Afrika Selatan sejak itu, tentu hal tersebut di apresiasi langsung juga datang dari salah satu Tokoh Muda Maluku Utara berketurunan Tidore Muliansyah Abdurrahman.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Afrika Selatan yang mana telah mengabadikan jasa – jasa leluhur kami, juga kepada Bang Fadli Zon yang menyempatkan waktu untuk turut ziarah di makam tokoh dunia ini. Tutup Muliansyah. (DI/MA)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker