Peristiwa Daerah

Oknum Polisi Polres Kepsul Dilaporkan Istri Lakukan KDRT

DETIKINDONESIA, SANANA – Dugaan tindak pidana penganiayaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami Rita Umaternate (36), warga Dofa, Kecamatan Mangoli Barat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut). Pelakunya tidak lain suaminya, yang merupakan oknum anggota Polres Kepulauan Sula berinisial Brigpol AT (33).

Peristiwa penganiayaan, perselingkuhan dan perjinahan dengan wanita lain tapi yang disidangkan adalah kasus kode etik karena sempat dimaafkan sama istrinya dengan catatan tidak mengulangi perbuatan tersebut sebagaimana yang tertuang dalam surat pernyataan yang di buat oleh oknum Brigpol AT sendiri, Namun kemudian yang kedua kembali terulang lagi (TA) 2017 terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Perselingkuhan dan perjinahan serta menelantarkan keluarga tapi yang disidangkan dan pasal yang di sangkakan adalah menelantarkan keluarga dipengadilan labuha karena dimaafkan terkait dengan perbuatan tersebut, untuk itu hanya menjalankan hukuman menelantarkan keluarga dengan masa tahanan 3 bulan,” ucap Rita Umaternate sebagai korban kepada awak media, Jum’at (01/05/20)

Sementara itu, kembali terjadi lagi di (TA) 2019 dengan kasus yang sama yaitu perselingkuhan, perjinahan dan menelatarkan keluarga anak dan istri, maka dari itu sesuai surat pernyataan yang telah di buat oleh pelaku oknum Brigpol AT di (TA) 2014 yang sah secara hukum.

Untuk menghadapi terjadinya prilaku-prilaku anggota yang tidak mencerminkan tugasnya sebagai pengayom, pelindung dan pembimbing masyarakat. Maka korban selaku istrinya yang sah berniat melaporkan kasus tersebut kepolres Kepsul atas Kekerasan dan penganiyayaan dalam rumah tangga (KDRT) karena kasus tersebut belum perna diproses secara hukum di meja persidangan.

“Bagaimana mengayomi masyarakat, melayani masyarakat, larangan-larangan apa saja, serta perbuatan yang harus dihindari sebagai pribadi dalam kehidupan masyarakat, bernegara”,ungkap Rita.

Lebih lanjut, Perselingkuhan dan perjinahan dengan wanita lain yang bukan istri sah serta menelantarkan keluarga anak dan istri. Tetapi kenapa hanya satu kasus atau satu pasal yang didakwakan kepada terdakwa yaitu menelantarkan keluarga, padahal kasus pertama dan keduanya semua terbukti terjadi dan bukti pendukungnya semuanya jelas ada.

Untuk itu perlu dilakukan upaya penegakkan etika profesi. Upaya yang harus ditekan adalah, memberikan sangsi hukum disiplin dan kode etik, setiap pelanggar anggota polri dan PNS polri.

“Dengan penegakkan hukum yang tegas, diharapkan dapat menimbulkan efek jerah, sehingga anggota polri tidak akan melakukan pelangaran,” jelasnya

Ibu dari ketiga anak ini meminta keadilan kepada Kapolres Kepulauan Sula, Kapolda Malut serta Kapolri terkait prilaku yang tidak bermoral oknum anggota Polisi yang inisial Brigpol AT sesuai dengan aturan, kode etik, dan perundang – undangan yang berlaku. (DI/FARI)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker