Peristiwa Daerah

Mahasiswa HIPMMATIM Kupang Meminta Pemprov Dan Bupati Matim Tidak Memberi Ijin Pendirian Pabrik Semen – #JANGANMUDIK

DETIKINDONESIA, MANGGARAI – Pro kontra rencana pendirian pabrik semen dikampung Luwuk dan Lingko Lolok mendapat respon dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi, Himpunan Pelajar Mahasiswa Manggarai Timur (HIPMMATIM) Kupang, Mereka mendesak pemerintah provinsi dan Bupati Matim untuk tidak memberi ijin rencana pendirian pabrik semen di Kampung Luwuk dan Lingko Lolok Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Hal ini disampaikan ketua Hipmmatim Kupang Jefri Nyoman Melalui via WhatsApp kepada Detikindonesia.co pada sabtu, (02/05/2019)

Penolakan tersebut menurut mereka didasari gelombang penolokan yang masif dilakukan oleh beberapa elemen baik masyarakat, paguyuban, LSM, dan aktivis Mahasiswa dan didasari kajian yang kuat. yaitu,

pertama  tanah itu merupakan warisan leluhur warga masyarakat dan memiliki nilai-nilai budaya yang menjadi pegangan hidup masyarakat setempat.

Kedua dengan adanya pabrik semen tersebut membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian karena sebagain tanah itu merupakan lahan persawahan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat agar bisa bertahan hidup.

Ketiga pembanguna pabrik semen itu dapat merusak alam dan ekosistem yang ada didalamnya.

“Dari ketiga dasar kajian tersebut maka Gubernur Viktor Laiskodat semestinya tidak perdebatkan lagi soal izin tersebut. langsung dibatalkan semua serta segerah berhenti membicarakan pendirian Pabrik itu, karna dinilai tidak layak dan tepat didirikan pabrik semen di kampung Luwuk dan Lingko”ungkap Jefri.

Dasar yuridisnya adalah uu no 4 tahun 2009 tentang minerba.

Lebih lanjut Jefri meminta Gubernur NTT harus konsisten dengan janji politik

“Pa Gub harus konsisten dengan janji politik terkait Moratorium pertambangan. Jangan hanya omong besar ternyata banyak ruang kosongnya. Mendingan fokus pada penanganan Covid 19 yang mana NTT sekarang sudah zona merah”

Hipmatim Kupang juga sangat menyayangkan sikap Bupati Andreas Agas yang menyetujui kehadiran pabrik semen tersebut, hal ini menunjukan bahwa Bupati Agas menghianati janji-janjinya untuk membangun Manggarai Timur yang sejahtera, berdaya dan berbudaya,(SEBER).

“Keputusan Bupati Agas untuk menyetujui ijin pertambangan menunjukan watak yang tidak berbudaya, karena tanah yang akan menjadi lokasi pertambangan itu merupakan warisan para leluhur. Watak tidak berbudaya dari seorang bupati Agas juga bisa dilihat saat memberikan sebagian lahan batas ke kabupaten ngada” .

Lebih lanjut Jefri menambahkan “Kami menduga ada konspirasi dibalik semuanya ini demi mendaptkan keuntungan pribadi dibalik hadirnya pertambangan ini. Hipmmatim meminta bupati Agas untuk membatalkan persetujuan pembangunan pertambangan semen”. Tutup jefri (DI/NETA)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker