Pendidikan

Ini Penjelasan SDK Citra Bangsa Soal Tudingan Tak Peduli Dampak Pandemi Covid-19

DETIKINDONESIA, KUPANG – Kepala Sekolah Dasar (SD) Kristen Citra Bangsa Kupang bersama manajemen Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) memberikan penjelasan terkait tudingan tak memperdulikan dampak pandemi Covid-19 di Gedung Universitas Citra Bangsa, Kayu Putih, Kota Kupang, NTT. Rabu (13/05/2020).

Kepala SD Kristen Citra Bangsa, Dra. Dihartati, MM memberikan penjelasan terkait permintaan orang tua mengenai pengurangan sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP).

“Makan diberikan kepada anak sebagai servis, sebagai pelayanan kepada anak. Uang sekolah yang dibayarkan tidak dibedakan sekian uang sekolanya, sekian uang makannya dan apalagi jumlah uang sekolah yang diberikan kepada masing-masing siswa berbeda. Ada yang mendapatkan subsidi. Jadi mungkin bayar (uang sekolah) kecil sekali atau tidak sama sekali. Ada yang tidak mendapatkan subsidi, jadi membayarnya besar, sehingga terjadi subsidi silang disana. Jadi tidak ada pemilahan uang sekolah dan uang makan. Siswa mendapatkan servis makan itu sudah sejak awal sekolah berdiri,” jelas Dihartati.

Dihartati juga memberikan penjelasan terkait Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolahnya.

“Dana Bos belum kami cairkan karena ada hal-hal yang perlu diselesaikan sebelum mencaikan dana tersebut. Belum ada perubahanan harus digunakan untuk biaya pulsa bagi anak-anak. Hal itu juga perlu izin dulu kepada manajer BOS Kota Kupang supaya kami juga tidak salah menggunakan dana BOS dan dapat mempertanggungjawabkannya,” kata Dihartati.

Wakil ketua dua Yayasan CBIM, Elizabeth Tiwu menyampaikan bahwa tidak ada pemilahan antara SPP dan uang makan siswa.

“Dalam pendaftaran hanya tulis SPP. Mungkin orang tua punya asumsi saja. Mungkin pengertian orang tua bahwa ketika siswa di beri makan, pasti ada uang makan, jadi berasumsi bahwa mungin uang makan sekian, SPP sekian, tidak ada, dalam pendaftaran kita tidak pernah tulis SPP sekian tambah uang makan sekian. Hanya SPP saja, makan itu bagian dari servis,” ujar Tiwu.

Wakil ketua satu Yayasan CBIM, Drs.Jack Yohanes, M.Si mengungkapkan bahwa siswa mendapatkan jumlah SPP yang berbeda.

“Anak-anak masuk sini dengan jumlah SPP yang berbeda tergantung dari tingkat kemampuan orang tua. Bahkan ada yang kita kasih bebas karena memang sekolah ini harus berdaya guna bagi masyarakat. Kalau tadi berkaitan dengan uang makan, bagaimana dengan mereka yang tidak bayar SPP,” ungkap Jack.

Jakc juga mengimbau orang tua yang terdampak pandemi Covid-19 untuk meminta keringanan biaya dengan bersurat secara resmi kesekolah.

“Orang tua yang berdampak pandemi Covid-19 harus bersurat resmi untuk meminta keringanan biaya pendidikan dengan alasan yang jelas seperti di PHK, dengan bukti surat keterangan,” imbau Jack.

Ketua Yayasan CBIM , Ir. Benny R Ndoenboey, M.Si mengajak orang tua untuk datang ke sekolah dan menyampaikan kritik dan saran serta mendapatkan penjelasan secara langsung.

“Kepada orang tua murid Sekolah Dasar Kristen Citra Bangsa, kita sangat senang karena ikut memberikan kritikan kepada sekolah. Sekolah sangat terbuka, silahkan ke sekolah, bisa bertemu kepala sekolah, bisa juga bertemu manajemen yayasan untuk mendapatkan penjelasan secara langsung,” ajak Benny. (DI/YW)

Facebook Comments

Please enter banners and links.

Tags

Related Articles

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker